
Mengajarkan anak untuk mengenali dan mengatur emosinya bukan hal mudah, tetapi sangat penting untuk tumbuh kembangnya.
Banyak orang tua berpikir anak belum perlu belajar emosi karena masih kecil, padahal kemampuan ini justru menjadi fondasi penting dalam kecerdasan sosial dan mental anak di masa depan.
Anak yang mampu mengatur emosi akan lebih siap menghadapi tantangan, berinteraksi dengan orang lain, dan belajar dengan fokus yang lebih baik.
- Mengatur Emosi = Belajar Mengenali Diri Sendiri
Sebelum anak bisa mengendalikan emosinya, ia perlu mengenali dulu apa yang sedang ia rasakan.
Apakah sedang marah, kecewa, takut, atau sedih, semua emosi ini valid, tetapi perlu dipahami agar tidak meluap menjadi tantrum atau perilaku agresif.
Menurut Miss Iska Netti, S.Psi, Terapis Perilaku di The TamTam Therapy Centre Sukabumi, kemampuan mengenali emosi adalah langkah awal menuju regulasi diri yang baik.
“Anak yang bisa menyebutkan perasaannya, seperti ‘aku marah’ atau ‘aku sedih’, sedang belajar mengelola emosinya. Itu tanda positif bahwa anak mulai memahami dirinya,” jelas Miss Iska.
Dengan mengenali emosi, anak juga belajar untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lebih sehat, bukan dengan berteriak, memukul, atau menangis tanpa arah.
- Membantu Anak Lebih Fokus dan Mudah Belajar
Anak yang emosinya stabil lebih mudah berkonsentrasi dan menerima informasi baru.
Ketika marah, gelisah, atau frustrasi, bagian otak yang berperan untuk berpikir logis (prefrontal cortex) menjadi kurang aktif. Sebaliknya, saat anak tenang, otak siap untuk belajar dan memproses informasi dengan optimal.
“Sering kali, anak yang mudah meledak bukan tidak mau belajar, tapi pikirannya sedang ‘penuh’. Dengan membantu mereka tenang, kita juga membantu proses belajarnya,” tambah Miss Iska.
Itulah sebabnya, latihan seperti pernapasan sederhana, bermain peran, atau bercerita tentang perasaan bisa menjadi cara efektif untuk melatih fokus sekaligus mengenal emosi.
- Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak
Kemampuan mengatur emosi juga berkaitan langsung dengan kemampuan anak berinteraksi dengan teman.
Anak yang bisa menenangkan diri saat kecewa atau kalah dalam permainan, misalnya, akan lebih mudah diterima dalam lingkungan sosialnya.
“Saat anak tahu cara menenangkan diri dan memahami perasaan orang lain, ia belajar empati. Itu modal penting untuk bersosialisasi dengan sehat,” ujar Miss Iska.
Selain itu, anak yang bisa mengontrol emosinya lebih jarang mengalami konflik dan lebih mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
- Mengurangi Risiko Tantrum dan Stres Berlebih
Tantrum adalah bagian alami dari perkembangan anak, tetapi ketika anak mulai belajar mengatur emosi, intensitas dan durasinya biasanya berkurang.
Anak akan belajar bahwa marah boleh, tetapi perlu tahu bagaimana cara menenangkan diri, misalnya dengan menarik napas, memeluk boneka, atau meminta waktu tenang.
Miss Iska menegaskan bahwa peran Ayah dan Bunda sangat penting sebagai teladan.
“Anak belajar dari cara orang tua bereaksi. Kalau Ayah Bunda bisa tetap tenang saat anak marah, anak juga akan meniru cara itu di waktu berikutnya,” jelasnya.
- Kapan Anak Perlu Bantuan Profesional?
Jika anak sering kesulitan menenangkan diri, mudah sekali marah, atau menunjukkan emosi ekstrem hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya dilakukan observasi lebih lanjut.
Pendampingan dari terapis perilaku bisa membantu anak belajar strategi regulasi emosi yang sesuai dengan usianya.
Belajar mengatur emosi adalah proses panjang yang dimulai dari rumah, dengan dukungan penuh dari orang tua.
Setiap langkah kecil, dari mendengarkan, memvalidasi perasaan anak, hingga mencontohkan reaksi tenang, adalah bentuk cinta yang akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri.
The TamTam Therapy Centre Sukabumi hadir untuk mendampingi tumbuh kembang anak dengan pendekatan yang penuh empati dan dukungan.
Yuk, konsultasikan perkembangan emosi dan perilaku si kecil bersama tim ahli kami! (RYLA)
Sumber:
• Wawancara dengan Miss Iska Netti, S.Psi, Terapis Perilaku di The TamTam Therapy Centre Sukabumi
• Gottman, J. (1997). Raising an Emotionally Intelligent Child.
• American Psychological Association (APA). (2023). Emotional Regulation in Childhood.
• Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Social and Emotional Development Milestones.

