The TamTam Therapy Centre

Melompat, Berlari, dan Menjelajah: Pentingnya Latihan Motorik Kasar Sejak Dini untuk Tumbuh Kembang Anak

Banyak orang tua senang melihat anaknya berlari ke sana kemari, melompat di sofa, atau memanjat kursi. Meski kadang membuat rumah jadi “berantakan”, aktivitas itu sebenarnya sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Gerakan besar seperti berlari, melompat, dan melempar termasuk dalam motorik kasar, kemampuan menggerakkan otot-otot besar tubuh untuk menjaga keseimbangan, kekuatan, dan koordinasi.

Latihan motorik kasar bukan sekadar soal fisik, tetapi juga membentuk kemampuan sosial, emosional, dan kognitif anak.


  1. Motorik Kasar Membantu Anak Mengenal Tubuhnya
    Menurut Miss Iska Netti, S.Psi, salah satu Terapis Perilaku di The TamTam Therapy Centre Sukabumi, latihan motorik kasar membantu anak lebih sadar terhadap tubuhnya sendiri (body awareness).

“Ketika anak berlari, melompat, atau menendang bola, mereka belajar mengenali batas kemampuan tubuhnya — seberapa kuat mereka bisa melompat, seberapa cepat bisa berlari. Dari situ, anak mulai memahami cara mengontrol gerakan dan tenaganya,” jelas Miss Iska.

Kegiatan sederhana seperti berjalan di papan titian atau bermain bola juga melatih koordinasi mata dan tubuh. Hal ini akan menjadi dasar penting bagi kemampuan akademik di masa depan, seperti menulis dan fokus saat belajar.


  1. Bukan Hanya Fisik, Tapi Juga Emosional
    Gerakan tubuh ternyata juga berkaitan erat dengan pengelolaan emosi. Saat anak beraktivitas fisik, sistem sensorinya terstimulasi — termasuk sistem vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (kesadaran posisi tubuh).

“Gerakan seperti melompat atau berayun bisa membantu anak menyalurkan energi berlebih dan membuatnya lebih tenang,” tambah Miss Iska.

Karena itu, anak yang rutin melakukan aktivitas fisik biasanya lebih mampu mengatur emosi dan fokus saat melakukan kegiatan lain seperti belajar atau terapi.


  1. Latihan Motorik Kasar Bisa Dilakukan di Rumah
    Kabar baiknya, latihan ini tidak membutuhkan alat mahal. Ayah dan Bunda bisa membantu stimulasi motorik kasar lewat permainan sederhana di rumah, seperti:

• Bermain lompat tali atau trampolin mini
• Menyusun rintangan dari bantal
• Menari mengikuti irama musik
• Bermain lempar tangkap bola
• Menyeimbangkan diri di garis yang digambar di lantai

Kunci utamanya adalah membuat kegiatan terasa menyenangkan. Anak belajar paling baik saat mereka merasa aman dan gembira.


  1. Saatnya Bergerak Bersama
    Aktivitas motorik kasar membantu anak berkembang secara menyeluruh — fisik, emosional, dan sosial. Jadi, ketika anak tampak tak bisa diam, bisa jadi mereka sedang berlatih menguasai tubuh dan dunianya sendiri.

Ayah Bunda bisa mulai dengan langkah kecil di rumah, lalu melanjutkannya dengan bimbingan profesional bila diperlukan.


Mari, dukung tumbuh kembang anak lewat aktivitas yang bermakna!
Konsultasikan bersama tim ahli The TamTam Therapy Centre Sukabumi untuk mengetahui jenis stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda. (RYLA)


Sumber:

  • Wawancara dengan Miss Iska Netti, S.Psi, Terapis Perilaku di The TamTam Therapy Centre Sukabumi
  • American Academy of Pediatrics (AAP), Gross Motor Development in Early Childhood (2023)
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Developmental Milestones: Physical Growth and Movement (2023)

Related Post

Scroll to Top