The TamTam Therapy Centre

Kenali 7 Tanda Anak Speech Delay dan Cara Mengatasinya

Kenali 7 Tanda Anak Speech Delay dan Cara Mengatasinya

Speech delay atau keterlambatan bicara adalah kondisi ketika kemampuan berbicara anak tidak berkembang sesuai usianya. Kondisi ini cukup sering terjadi dan bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gangguan pendengaran, kurangnya stimulasi, atau masalah perkembangan seperti autisme.

Mengetahui tanda-tanda speech delay sejak dini sangat penting agar anak bisa mendapatkan bantuan yang tepat waktu. Berikut 7 tanda anak mengalami speech delay dan beberapa cara untuk membantu menstimulasi kemampuan bicaranya.

1. Belum Mengoceh di Usia 12 Bulan

Pada usia 6–12 bulan, bayi biasanya mulai mengoceh dengan suara seperti “ba-ba”, “ma-ma”, atau “da-da”. Jika anak belum mulai mengoceh sama sekali, ini bisa menjadi tanda awal keterlambatan bicara.

Tips stimulasi:

  • Ajak anak berbicara dengan nada lembut dan ekspresif.
  • Tiru suara anak agar ia belajar meniru balik.
  • Sering lakukan kontak mata saat berbicara.

2. Tidak Merespons Saat Namanya Dipanggil

Biasanya, anak usia 9–12 bulan sudah bisa menoleh atau bereaksi ketika namanya dipanggil. Jika tidak merespons, kemungkinan ada gangguan pendengaran atau pemahaman bahasa.

Tips stimulasi:

  • Gunakan nada suara yang ceria saat memanggil namanya.
  • Coba panggil dari berbagai arah.
  • Hindari memanggil terlalu sering tanpa makna.

3. Kosakata Terbatas di Usia 18–24 Bulan

Anak berusia 18 bulan biasanya bisa mengucapkan 10–20 kata. Di usia 2 tahun, mereka umumnya mulai menyusun dua kata sederhana seperti “mau susu” atau “ayo main”. Jika belum, ini bisa menjadi tanda speech delay.

Tips stimulasi:

  • Gunakan kata yang sama berulang-ulang dalam konteks sehari-hari.
  • Bacakan buku bergambar dan ajak anak menunjuk benda.
  • Gunakan kalimat sederhana dan jelas.

4. Sulit Meniru atau Memahami Kata

Anak dengan speech delay cenderung tidak meniru ucapan orang lain atau tidak memahami instruksi sederhana seperti “ambil bola” atau “tutup pintu”.

Tips stimulasi:

  • Beri instruksi sederhana satu per satu.
  • Gunakan ekspresi wajah dan gerakan tangan untuk memperjelas.
  • Beri pujian saat anak berhasil mengikuti instruksi.

5. Lebih Sering Menggunakan Gerakan daripada Kata

Anak mungkin menunjuk, menarik tangan, atau menangis untuk meminta sesuatu tanpa berusaha berbicara.

Tips stimulasi:

  • Dorong anak untuk mengucapkan kata saat meminta sesuatu.
  • Ulangi kata yang diinginkan, misalnya “mau susu”.
  • Tunda sedikit pemberian barang agar anak mencoba bicara.

6. Kurang Kontak Mata dan Interaksi Sosial

Beberapa anak dengan speech delay tampak kurang tertarik berinteraksi, jarang menatap wajah, atau tidak bereaksi terhadap ekspresi emosi orang lain.

Tips stimulasi:

  • Ajak bermain interaktif seperti cilukba atau tebak ekspresi.
  • Libatkan anak dalam aktivitas keluarga.
  • Kurangi waktu menonton layar atau gadget.

7. Perkembangan Bahasa Tidak Sesuai Usia

Di usia 3 tahun, anak umumnya sudah bisa menyusun kalimat sederhana dan bercerita singkat. Jika belum bisa, atau sulit dipahami orang lain, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak atau terapis wicara.

Kapan Harus ke Dokter atau Terapis Wicara?

Jika anak menunjukkan dua atau lebih tanda di atas, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter anak, dokter THT, atau terapis wicara. Intervensi dini terbukti membantu meningkatkan kemampuan komunikasi anak secara signifikan.

Cara Mencegah dan Mengatasi Speech Delay di Rumah

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua setiap hari:

  1. Rutin mengajak anak berbicara sejak bayi.
  2. Batasi waktu menonton TV atau gadget maksimal 1 jam per hari.
  3. Bacakan buku bergambar setiap hari.
  4. Bernyanyi dan bermain peran bersama anak.
  5. Sabar dan konsisten memberi stimulasi tanpa memaksa.

Speech delay bukan berarti anak tidak akan bisa berbicara, tetapi menjadi sinyal bahwa anak memerlukan bantuan tambahan. Dengan stimulasi yang konsisten dan dukungan tenaga profesional, anak dapat mengejar ketertinggalannya dan berkembang sesuai potensi terbaiknya.

The TamTam Therapy Centre sebagai pusat terapi tumbuh kembang anak memberikan kesempatan bagi para orang tua anak berkebutuhan khusus untuk konsultasi dan program terapi. Program terapi yang holistik yang dimiliki The TamTam Therapy Centre akan membantu Anda mendampingi tumbuh kembang bicara anak. Yuk, segera konsultasikan bersama terapis berpengalaman kami. (MLA)

Related Post

Scroll to Top