The TamTam Therapy Centre

Kapan Ya Anak Dapat Dikatakan Speech Delay?

Speech delay atau keterlambatan bicara adalah hal yang sering membuat Ayah Bunda khawatir. Banyak yang bertanya sebenarnya kapan anak bisa dikatakan terlambat bicara dan kapan harus mulai diperiksa. Untuk membantu menjelaskan hal ini, The TamTam Therapy Centre Sukabumi berbincang dengan Miss Alin atau Miss Marlina Sari, selaku Head Therapist TamTam Sukabumi.

Menurut Miss Alin, kemampuan bahasa anak sebenarnya sudah bisa terlihat sejak usia dini. Pada usia satu tahun umumnya sudah muncul kata bermakna seperti mama atau papa. Memasuki usia dua tahun, anak biasanya memiliki sekitar lima puluh kosa kata dan mulai menggabungkan dua kata seperti mau susu atau buka pintu.

Saat memasuki usia tiga tahun, anak sudah dapat membuat kalimat sederhana dan lebih mudah dipahami oleh orang lain. Bila kemampuan ini masih jauh dari tahap usia yang seharusnya, orang tua perlu waspada karena bisa jadi anak membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai misalnya anak belum mengeluarkan kata bermakna hingga usia satu setengah tahun, anak belum bisa menggabungkan dua kata hingga usia dua setengah tahun, anak jarang meniru suara lingkungan atau suara hewan, tidak merespons ketika dipanggil namanya atau tampak tidak memahami instruksi sederhana. Anak yang sering terlihat frustrasi saat ingin menyampaikan keinginan juga perlu mendapatkan perhatian.

Ciri–Ciri Anak yang Berisiko Mengalami Speech Delay :
Agar lebih mudah dipahami, berikut indikator yang perlu diperhatikan orang tua:

  1. Belum mengeluarkan kata bermakna hingga usia 18 bulan
    Tidak ada kata jelas seperti mama, ayah, mau, atau kata yang memiliki arti.
  2. Tidak menggabungkan dua kata hingga usia 30 bulan
    Belum muncul ucapan seperti mau makan, ambil bola, mama sini, dll.
  3. Minim meniru suara dari lingkungan
    Jarang meniru suara hewan, suara benda, atau menirukan kata yang diucapkan orang lain.
  4. Tidak merespons ketika dipanggil namanya
    Padahal pendengaran normal, namun anak tampak tidak menoleh atau tidak memberi respons.
  5. Kesulitan memahami instruksi sederhana
    Misalnya instruksi seperti ayo duduk, ambil sepatu, atau taruh di sini.
  6. Mudah frustrasi saat ingin menyampaikan keinginan
    Sering tantrum, menangis, marah, atau menarik-narik orang tua karena kesulitan mengungkapkan kebutuhan.
  7. Sangat mengandalkan gestur tanpa perkembangan verbal
    Seperti menunjuk, menarik tangan orang dewasa, atau menangis tanpa berusaha menggunakan kata.

Miss Alin menekankan bahwa evaluasi dini sangat penting agar anak segera mendapatkan intervensi yang tepat. Selain itu, stimulasi harian dari orang tua juga berperan besar seperti mengajak anak bercakap cakap, membacakan buku, menjaga kontak mata saat berkomunikasi, membatasi penggunaan gadget, serta memberikan kesempatan anak untuk mencoba berbicara tanpa tergesa gesa membantu.

Dengan kerjasama antara orang tua dan terapis, kemampuan bahasa anak dapat berkembang lebih optimal sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya.

Referensi
American Speech Language Hearing Association ASHA. Developmental Milestones Birth to Five Years.
Centers for Disease Control and Prevention CDC. Important Milestones Language and Communication Skills.
American Academy of Pediatrics AAP. Language Delays in Toddlers.

Related Post

Scroll to Top